Skip to main content

Cegah Stunting "Angka Stunting Cenderung Tinggi di Wilayah Pesisir Bengkulu"

Bengkulu, Siberspace.id - Berdasarkan hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) 2022, Kabupaten Kaur dengan angka stunting sebesar 12,4 persen, Bengkulu Selatan 23,2 persen, Kabupaten Seluma sebesar 22,2 persen, Kota Bengkulu 12,9 persen, Bengkulu Utara 22,8 persen dan Kabupaten Mukomuko 22,3 persen. Ini menujukkan jika wilayah pesisir, angka stunting cenderung tinggi.

 

Plt Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, Drs. Zainin mengatakan, permasalahan stunting tidak dapat disimpulkan akibat satu pokok permasalahan seperti kekurangan gizi.

“Dapat saja penyebab stunting di daerah pesisir diakibatkan rendahnya pengetahuan keluarga tentang pola asuh yang sehat,” ucapnya.

Menurutnya, provinsi Bengkulu terbagi dalam sepuluh kabupaten/kota. Dimana sebagian besar wilayahnya berada di pesisir pantai sebagai penghasil ikan. Tetapi tidak dapat dikatakan daerah tersebut penyumbang stunting di Bengkulu yang disebabkan karena kekurangan protein ikan. Walaupun sebenarnya data Provinsi Bengkulu pada tahun 2021 menunjukkan produksi perikanan yang terbesar berasal dari perikanan tangkap.

“Khususnya di laut dengan produksi sebesar 68.070 ton, sedangkan perikanan perairan umum daratan memiliki hasil produksi sebesar 1.921 ton. terhadap persoalan ini upaya pemerintah untuk menurunkan stunting yang dilakukan dengan bergotong-royong mengatasi stunting yang disebabkan oleh banyak faktor,” jelasnya.

Lebih jauh disampaikannya, diketahui dalam satu dekade prevalensi penduduk di Provinsi Bengkulu semakin bertambah. Sehingga terkait dengan upaya percepatan penurunan stunting, setiap pernikahan calon pengantin berpotensi melahirkan anak yang apabila tidak sehat, maka kondisi anak terkategori sebagai anak beresiko stunting. 

“Makanya proyeksi data jumlah penduduk ini menjadi data pendukung,”  tutup Zainin. (TDT)

Wilayah