Skip to main content

Hadirnya BBM Satu Harga, Warga Wilayah 3T Merasa Sangat Terbantu

Bengkulu Selatan, Siberspace.id -- Komitmen PT Pertamina bersama BPH Migas melalui kebijakan BBM satu harga yang mulai diberlakukan tahun 2017 lalu, kini telah menjangkau wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) di Kabupaten Bengkulu Selatan. Jumat (25/8/23). 

 

 

Sebelumnya BBM satu harga ini juga telah diberlakukan di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.

 

Untuk BBM satu harga bagi masyarakat yang berada di wilayah perbatasan Provinsi Bengkulu dengan Sumatera Selatan (Sumsel), selama ini kesulitan mengakses BBM, dan jika ada harganya sudah tinggi, namun sekarang merasa terbantu. Dimana kini di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) Ulu Manna, berlaku harga BBM yang sama dengan ketetapan pemerintah.

 

Terlebih SPBU yang berjarak lebih kurang 30 kilometer dari Manna, Ibukota Kabupaten Bengkulu Selatan ini, tidak hanya melayani masyarakat sekitar, namun juga bagi masyarakat yang melintas baik ke wilayah Sumsel, seperti Tanjung Sakti, Pagar Alam dan Lahat, maupun ke Provinsi Bengkulu sendiri.

 

Salah seorang warga Talang Tinggi, Dimas yang berprofesi sebagai petani mengatakan, kehadiran BBM satu harga ini sangat membantu, karena selama ini mendapatkan BBM secara eceran, dengan harga Rp. 13 ribu perliter untuk pertalite dan Rp.15 ribu perliter untuk pertamax.

 

“Dengan tidak mengantri mendapatkan BBM seperti sebelumnya, warga juga bisa membantu perekonomian keluarga, dengan bisa menjual sendiri hasil pertaniannya ke kota di harga lebih baik lagi. Makanya, diharapkan kedepan warga dalam membeli BBM, tidak ada hambatan apapun,” ujar Dimas

 

Sementara itu, Komite BPH Migas, Iwan Prasetya Adhi menjelaskan, program BBM satu harga ini merupakan program prioritas nasional dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Khususnya ketersedian serta kemudahan akses dan keterjangkauan harga BBM di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

 

"Program BBM satu harga merupakan komitmen dalam mewujudkan pemerataan energi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan hadirnya SPBU ini diharapkan dapat mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah agar bangkit dan maju, sehingga tidak 3T lagi,” ungkap Iwan.

 

Reporter : Melinda Eka Pertiwi

Editor : Muldianto

Wilayah