Skip to main content

BKKBN Provinsi Bengkulu dan Pemda Kabupaten Seluma Gelar Sosialisasi Stunting

Seluma, Siberspace.id -- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu bersama pemerintah daerah Kabupaten Seluma dan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) sosialisasikan pencegahan stunting di Desa Karang Anyar, Kecamatan Semidang Alas Maras. Jumat (25/8/23).

 

Kampanye stunting di desa ini  melibatkan 350 peserta dari berbagai desa di Kecamatan Semidang Alas Maras. Hadir di tengah ratusan peserta, Anggota Komisi IX DPR RI Elva Hartati, Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Nesianto, Ketua Pokja 8 Zainin serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Seluma, Suardi.

 

Nesianto dalam keterangannya mengatakan stunting adalah kekurangan gizi pada balita yang berlangsung lama pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan sejak kehamilan hingga bayi berusia dua tahun dan berdampak pada terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. 

 

"Mari kita jaga masa depan anak Indonesia dengan memastikan anak tumbuh dan berkembang dengan baik," kata Nesianto.

 

Untuk memastikan anak tumbuh kembang dengan baik, perlu adanya perubahan perilaku orang tua dalam pengasuhan. 

 

"Melengkapi gizi anak dengan memberikan air susu ibu (ASI), makanan pendamping (MP) ASI serta imunisasi, selain itu perlu juga menjaga kesehatan lingkungan mulai dari tersedianya air bersih, jamban sehat dan biasakan mencuci tangan menggunakan sabun," ujar Nesianto.

Saat ini prevalensi stunting di Kabupaten Seluma masih sebesar 22,1 persen. Angka tersebut menunjukkan kinerja pemerintah daerah terhadap penurunan stunting cukup baik. Ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 24,7 persen (SSGI 2021). 

Pencegahan stunting merupakan upaya mewujudkan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Strategi BKKBN dalam menurunkan stunting dengan memperkuat TPPS, membentuk TPK melalui regulasi yang ada. 

 

Reporter : Melinda Eka Pertiwi

Editor : Muldiato

Wilayah