Pemprov Bengkulu Tekan Angka Inflasi Daerah Dan Bangkitkan Ekonomi Produktif
Bengkulu, Siberspace.id -- Pemprov Bengkulu bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) upaya preventif dan strategis dalam menekan angka inflasi di Bengkulu. Kamis (30/11/23).
Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Rosjonsyah mengatakan, selain TPID, kolaborasi semua pihak diperlukan untuk menekan angka inflasi ini. Saat ini penyumbang angka inflasi masih terfokus pada tingginya harga bahan pokok, utamanya beras.
"Di antaranya dalam upaya menekan inflasi dan membangkitkan ekonomi produktif termasuk investasi dari luar dan memberikan kemudahan perizinan," ucapnya.
Terlebih berdasarkan data BPS Provinsi Bengkulu, hingga November 2023 inflasi Bengkulu tercatat 2,83% atau berada di atas inflasi nasional sebesar 3±1% dan diperkirakan tetap terjaga hingga akhir tahun 2023.
"Jadi ini perlu kolaborasi kita bersama dan saya juga meminta kerja sama dari seluruh anggota TPID untuk dapat mewujudkan cita-cita kita bersama untuk kembali menjadi TPID terbaik se-Sumatera pada tahun 2023. Hal itu menurut saya bukan mimpi, karena kita mempunyai strategi yang jelas dan terukur," lanjutnya.
Terakhir, pertemuan Tahunan Bank Indonesia ini merupakan puncak high level event BI, dengan agenda utama penyampaian pandangan BI mengenai kondisi perekonomian nasional, tantangan yang dihadapi dan arah kebijakan Bank Indonesia ke depan, utama terhadap perkembangan ekonomi Bengkulu.
"Dalam arahannya Presiden Joko Widodo meminta Bank Indonesia berkaca pada fenomena isu global yang berpotensi memberikan dampak ke semua negara," tutupnya.
Reporter : Muldianto
Editor : Monica
- 250087 views