Pertahankan dan Jamin Gaji Honorer Pemprov, Gubernur Rohidin Didukung Penuh DPRD Provinsi.
Bengkulu, Siberspace.id - Pernyataan Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah bahwa tenaga honorer masih dibutuhkan Pemprov Bengkulu banjir dukungan. Pernyataan tersebut memberi isyarat mempertahankan tenaga honorer tetap bekerja.
Dukungan itu dating dari Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Edwar Samsi, S.IP, MM. Ia juga menyikapi rencana Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) menghapus tenaga honorer di intansi pemerintah pada bulan November 2023.
Edwar Samsi mengatakan, rencana penghapusan tenaga honorer di intansi pemerintah dirinya tidak setuju dan mendukung gubernur tetap mempertahankan tenaga honorer. Hal ini karena masih dibutuhkan. Ada ribuan orang akan menjadi pengangguran jika dihapuskan.
“Kita kurang sependapat jika tenaga honorer dihapuskan karena masih diutukan dalam instansi pemerintah,” ucap Edwar.
Ia mengatakan, jika pengpusan honorer dengan solusi seluruhnya diangkat maka hal itu lebih baik. Tetapi pertimbangan anggaran penggajian harus dipikirkan. Kemudian pemerintah pusat juga pasti memikirkan jika membuat kebjikan tersebut.
“Kalau semua diangkat kita setuju, mungkin itu solusi jalan tengah pemerintah mengangkat menjadi PPPK dengan konsekuensi belanja pegawai akan membengkak. Tetapi pemerintah mungkin membuat kebijkan tanpa solusi, dan biasanya pemerintah menyiap anggaran melalu DAU,” katanya
Sementara itu, Ketua Forum Honorer Bengkulu Yusal, S.Th berharap Pemprov Bengkulu segera mengusulkan formasi kebutuhan guru dan tenaga keseahatan. Sehingga honorer saat bisa beralih status menjadi PPPK untuk penerimaan tahun 2023.
“Kita berharap tidak Pemerintah Provinsi Bengkulu bisa membuka formasi tahun 2023 ini sesuai dengan PMK sebanyak 2.304 formasi,” katanya.
Ia menjelaskan, Pemprov Bengkulu jangan takut untuk pembayaran gaji. Apabila dilakukan pemangangkatan maka pemerintah pusat akan mengtrasfer anggaran untuk penggajian mereka sudah diterima.
“Sudah dijelaskan untuk penggajian sudah dari pemerintah pusat jadi tidak perlu khawatir,” sampainya.
Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, MMS mengatakan, Pemprov Bengkulu masih menunggu petunjuk resmi dari pemerintah pusat untuk teknis. Karena saat ini tenaga honorer secara keseluruhan masih dibutuhkan dalam mendukung kegiatan OPD.
“Kita masih menunggu petunjuk resmi dari pusat bagaiman teknisnya. Karena saat ini honorer masih dibutuhkan dan anggaran disedikan untuk penggajian,” ucap gubernur.
Ia menjelaskan, beberapa bidang pekerjaan honorer seperti cleaning servis, penjaga malam, sopir, tenaga pramusaji. Kemudian yang dilingkup pendidikan merupakan funsional, Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT).
“Jadi kita lihat nanti pentunjukan dan arahan dari pemerintah pusat terkait kebijikan honorer,” sampainya.
Editor : Muldianto
Reporter : Edoin Pahlefi
- 250028 views