Skip to main content

Petani Lebih Pilih Kebun Karet Dan Jengkol Di Banding Kebun Kelapa Sawit?

Kaur, Siberspace.id. Petani Sawit saat ini mengeluh akibat harga hasil pertanian TBS sangat anjlok.
Beruntung bagi petani yang memiliki perkebunan karet, sebab harga karet saat ini sudah mencapai puluhan ribu rupiah per kg ,” sedangkan bagi petani memiliki perkebunan kelapa sawit, untuk saat ini harga TBS per kg sangat terendah untuk harga sekarang masih berkisaran 800 rupiah di semua kalangan kaki lima pembeli kelapa sawit di bandingkan dengan harga getah karet per kg, untuk saat ini mencapai 10,000 rupiah ,di kecamatan tetap kabupaten kaur provinsi Bengkulu,

Salah satu pemilik kebun karet berasal dari wilayah Tran Tj agung, ia hari ini menjual getah karet dengan seorang pembeli dari Kabupaten Bengkulu Selatan (B-S), setiap hari rabu petani Tran Tanjung Agung menunggu di pinggiran jalan lintas ulu tetap sambil menunggu pembeli yang datang,dalam per kg nya getah karet di jual oleh petani sudah cukup lumaian tinggi harga saat ini sudah 10,000 rupiah per kg, dan bagi petani karet bersyukur harga karet sudah mencapai 10,000 rupiah, Ujar Adil.

Pada hari ini adil bawa getah karet tersebut sudah mencapai 80, kg dan hasil ini dalam jangka satu minggu ,dalam satu bulan adil bergaji minimal 2400,000 rupiah , Selasa 06/07/2022, Ujarnya lagi kepada awak media.

Lanjutnya.Bagi petani memiliki perkebunan kelapa sawit, sangat gram mendengar harga buah kelapa sawit per kg ,untuk harga sekarang ini berkisaran 800 rupiah per kg , sedangkan perawatan tanaman kelapa sawit sangat besar biaya untuk merawat perkebunan tersebut, apa lagi sekarang ini pupuk sangat tinggi harganya dan mendingan juga kalau pupuk tersebut banyak tersedia di kalangan toko terkadang pupuk melangka, Sambungnya ,” Rabu , 06/07/2022

Hal ini di ungkapkan adil ,ia tak banyak perkebunan yang ia miliki selain perkebunan karet, dan jengkol , dan ia tidak memiliki perkebunan kelapa sawit, jika kebun karet dan jengkol sangat mudah untuk kita merawatnya ,dan pupuknya juga sangat sedikit kita membutuhkannya,” maka adil pilih perkebunan tersebut tanaman mudah untuk merawatnya, tutup Adil.(NS)
Sekda B-S Gram Atas Pelayanan Medis Di Puskesmas Dan Rumah Sakit. Walupun pelayanan kesehatan menjadi salah satu program Pemerintah Daerah B-S Namun, nyatanya masih banyak berbagai keluhan dengan pelayanan-pelayanan yang ada di wilayah ini. Bahkan, Sekda Bengkulu Selatan S Sukarni Dunip, SP, M.Si dibuat geram dengan ulah pelayanan medis akhir-akhir ini. Lantaran, pelayanan medis antara yang menggunakan Badan Peserta Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan non BPJS dibedakan.
Sukarni menegaskan, seharusnya tidak ada lagi perbedaan pelayanan antara berobat pakai BPJS maupun tanpa menggunakan BPJS atau umum. (SS001/CY)

Wilayah