BPOM Bengkulu Pelopori Keterbukaan Informasi di Bidang Obat dan Makanan
Bengkulu, Siberspace.id -- Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat, Arya Sandhiyudha, mengatakan sektor kesehatan menjadi pelopor dalam hal keterbukaan informasi. Hal ini dibuktikan dengan penyediaan informasi berkala selama era pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga saat ini. Rabu (29/5/24).
Arya menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam Forum Konsultasi Publik, Edukasi, dan Awareness terkait Keterbukaan Informasi Publik di Bidang Obat dan Makanan yang diadakan oleh BPOM di Kota Bengkulu
Arya meminta BPOM terus mempertahankan keterbukaan informasi di bidang obat dan makanan. Keterbukaan informasi menjadi solusi penting dalam mencegah terjadinya hoaks, disimformasi penggunaan obat-obatan dari hulu.
"Kalau badan publiknya bisa menjadi referensi dalam keterbukaan informasi, maka masyarakat akan memperoleh informasi seluas-luasnya tentang keamanan pangan dan obat-obatan," ujarnya.
Menurut Arya, membangun kepercayaan publik bisa ditempuh dengan menyediakan informasi secara terbuka; berkala dan serta merta. Informasi publik yang tersedia menjadi sarana kehumasan yang efektif dalam menjembatani masyarakat memperoleh hak informasi yang disediakan badan publik.
Kepala BPOM di Bengkulu, Yogi Abaso Mataram, menjelaskan pihaknya melayani pengujian sampel obat dan uji sampel teskit yang dilakukan BPOM dapat diakses masyarakat secara gratis.
Yogi menambahkan, BPOM Bengkulu juga memperluas jangkauan informasi publik dengan hadir di MPP Kota Bengkulu, MPP Bengkulu Tengah, dan dekranasda Bengkulu Tengah. BPOM juga turut melakukan pendampingan bagi produksi pangan olahan dan siap melakukan pendampingan secara gratis.
Forum yang diikuti perwakilan stakeholder dan instansi vertikal ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hak atas informasi publik di bidang obat dan makanan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi peredaran obat dan makanan yang aman, bermutu, dan berkhasiat.
Reporter : Edoin
Editor : Muldianto
- 250037 views