Skip to main content

BPOM Lakukan Peningkatan Pengawasan Penggunaan Misoprostol

Bengkulu, Siberspace.id -- Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu intensif mengambil langkah strategis untuk menanggulangi dua isu kesehatan penting pada tahun 2024 yakni resistensi antimikroba dan pengendalian obat yang mengandung misoprostol. Kamis, (20/06/2024).

 

Pada pertemuan ini diadakan pada hari Kamis, di Gedung Serbaguna Pemda Bengkulu. BPOM Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya untuk mengatasi resistensi antimikroba yang semakin mengkhawatirkan. 

 

Kepala BPOM Bengkulu Yogi Abaso Mataram mengatakan kegiatan ini dilakukan bersama dengan ikatan apoteker Indonesia membahas tentang isu yang sedang marak terjadi mengenai penyalahgunaan obat-obatan. 

 

“Saya berpesan kepada mahasiswa kesehatan menyebarkan luaskan informasi ini kepada masyarakat serta dapat menjaga diri untuk terjadinya penyalahgunaan obat-obatan,” ujarnya. 

 

Selain itu, BPOM Bengkulu juga fokus pada pengendalian obat yang mengandung misoprostol, sebuah obat yang umumnya digunakan untuk keperluan medis seperti menginduksi persalinan.

 

“Langkah ini diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan dan memastikan obat ini hanya digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” lanjutnya. 

 

Dalam upaya pencegahan dan edukasi, BPOM Bengkulu juga akan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk tenaga medis, apoteker, dan masyarakat umum.

 

Diharapkan langkah-langkah ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Bengkulu dan mengurangi dampak negatif dari penggunaan yang tidak terkendali terhadap antimikroba dan obat yang mengandung misoprostol. 

 

Reporter : Edoin

Editor : Muldianto

Wilayah