DP3APPKB Provinsi Bengkulu Ajak Siswa SMKN 2 Bengkulu Tengah Berani Laporkan Bullying
Siberspace.id, Bengkulu Tengah – Siswa di lingkungan pendidikan diingatkan agar tidak takut melaporkan tindakan perundungan dan kekerasan terhadap anak. Keberanian menyampaikan laporan dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah korban terus mengalami kekerasan.
Pesan tersebut disampaikan dalam sosialisasi pencegahan perundungan dan kekerasan terhadap anak yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Bengkulu di SMKN 2 Kabupaten Bengkulu Tengah, Rabu (14/10/2026).
Kepala Bidang Pelembagaan Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak DP3APPKB Provinsi Bengkulu, Hastuty Mahdalena, S.Sos., M.Si., mengajak para siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan pergaulan dan tidak membiarkan kekerasan terjadi di sekitar mereka.
Ia menjelaskan, siswa yang melihat atau mengetahui adanya tindakan kekerasan terhadap teman sebaya dapat melaporkannya kepada guru bimbingan dan konseling (BK), pihak sekolah yang berwenang, atau lembaga terkait.
Menurut Hastuty, kepedulian antarsiswa merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak. Dukungan dari teman sebaya juga dapat membantu korban agar tidak merasa sendirian ketika menghadapi persoalan.

Kepala DP3APPKB Provinsi Bengkulu, Ns. Gusti Miniarti, S.Kep., M.H., menambahkan bahwa siswa perlu memahami hak-hak anak dan mengenali berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, seksual, psikologis, maupun yang terjadi melalui media sosial.
Dalam kegiatan bertema “Mari Kita Bebaskan Bumi Merah Putih dari Tindakan Bullying dan Kekerasan terhadap Anak” tersebut, peserta juga memperoleh materi psikologis dari Putri Hafisyah, S.Psi., narasumber HIMPSI Wilayah Provinsi Bengkulu.
Putri mengungkapkan bahwa korban terkadang memilih diam karena takut atau tidak mengetahui tempat meminta pertolongan. Karena itu, anak perlu mengetahui bahwa mereka berhak mendapatkan perlindungan dan dapat bercerita kepada orang dewasa yang dipercaya.
Materi mengenai aspek hukum perlindungan anak turut disampaikan Panit PPA Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Bengkulu, Freddy Simaremare, S.H.
Kepala SMKN 2 Bengkulu Tengah, Alpauzi Harianto, M.Pd., menyambut baik kegiatan yang diikuti 50 peserta tersebut. Ia berharap siswa semakin memahami perilaku yang tepat dalam berinteraksi dengan guru, orang tua, dan teman sebaya.
Melalui kegiatan ini, DP3APPKB Provinsi Bengkulu mendorong terciptanya budaya berani melapor, saling melindungi, dan menolak segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah.
- 250034 views