Skip to main content

Harga Pupuk Naik, Petani Kelapa Sawit di Mukomuko Harapkan Bantuan Pemerintah

Mukomuko, Siberspace.id -- Petani kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko mengeluhkan mahalnya harga pupuk non subsidi. Minggu (27/8/23)

 

Petani bahkan mengaku sudah lama tidak memupuk kelapa sawit mereka semenjak harga pupuk non subsidi melonjak naik.

 Seperti yang diungkapkan salah seorang petani kelapa sawit di desa Semundam Kabupaten Mukomuko Suryono menurutnya kondisi petani kelapa sawit saat ini terus tertekan karena biaya perawatan sawit yang semakin tinggi, sementara harga tandan buah segar atau TBS masih tergolong rendah. Saat ini harga TBS di tingkat petani hanaya berkisar Rp. 1500 sampai Rp. 1600 per kilo gramnya.

 

Sedangkan saat ini harga pupuk terus melonjak, seperti harga pupuk MPK Mahkota sudah dijual Rp. 450 rupiah per karung dan MPK mutiara saat ini harganya Rp. 750 per karung padahal beberapa waktu lalu masih dijual Rp. 680 per karung. 

 

"Pupuk mahal pak sekarang ini, kami hanya bisa pasrah dan berharap nanti harga pupuk bisa kembali turun," Ungkapnya. (27/8/23).

 

Akibat mahalnya harga pupuk ini banyak warga petani sawit yang sudah lama tidak memupuk kebun mereka sehingga hasil panen kurang maksimal bahkan berkurang drastis, sehingga pendapatan merekapun semakin minim. 

 

Saat ini para petani kelapa sawit berharap pemerintah terkait bisa memberikan solusi terbaik bagi para petani agar harga pupuk bisa terjangkau.

 

Reporter : Edoin

Editor : Muldianto

Wilayah