Insiden Berdarah! Perawat Ketiduran, Pasien ODGJ Berkelahi Hingga Tewas
Bengkulu, Siberspace.id - Pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang menjadi korban meninggal dalam insiden tersebut yakni bernama Tri Nur Rohmat (35) warga Kecamatan Ulu Talo. Insiden berdarah tersebut terjadi di Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Seoprapto Bengkulu beberapa waktu lalu sangat memprihatinkan.
Dia berkelahi dengan sesama pasien ODGJ Fu (40) warga Kota Bengkulu. Kejadian ini terjadi diduga lantaran kelalaian petugas yang berjaga pada saat kejadian ketiduran. Direktur RSJKO Seoprapto Bengkulu dr Herry Permana melalui Kasi pelayanan Medik dan Keperawatan, Danirul Sanadi, SKM, mengatakan petugas di RSKJ selalu standbay untuk mengawasi pasien, akan tetapi saat kerjadian petugas yang berjaga tertidur sehingga menemukan korban telah tergeletak.
“Petugas ada dua orang yang berjaga, mungkin posisi sedang tertidur saat kejadian, baru ditemukan korban sudah tergeletak karena mendengar suara teriak,” ucap Danirul.
Ia mengatakan, akan melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap petugas yang berjaga pada saat kejadian tersebut. Kemudian setelah dilakukan evaluasi, dirinya berjanji akan melakukan konfrensi pers ke media untuk sanksi yang akan diberikan.
“Petugas pasti diproses pembinaan dan evaluasi seluruhnya baru akan ditentukan tindak lanjut sanksi yang diberikan, nanti ada konfrensi pers,” jelasnya.
Kronologisnya pada tanggal 3 April sekitar pukul 01.30 WIB dini hari terjadi perkelahian antara pasien ODGJ RSKJ Seoprapto Bengkulu Tri Nur Rohmat dan Fauzan. Petugas RSKJ mengetahui sekitar pukul 02.10 WIB dalam kondisi korban Tri Nur telah tergeletak di lantai ruangan inap Camer RSKJ.
"Sekitar jam 2 ada suara gaduh dan pasien lain teriak karena ada yang berkelahi. Kemudian setelah didatangi petugas, didapatkan Tri Nur telah tergetak," jelasnya.
Kemudian petugas langsung membawa ke ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSKJ Seoprapto Bengkulu untuk pertolongan pertama. Karena korban mengalami pendarahan di bagian kepala.
"Untuk waktu perkelahian kita tidak bisa memastikan tetapi memang yang dipukul bagian yang vital dan ada luka lebam dan juga diinjak dadanya dan leher korban," ungkap Danirul.
Setelah pertolongan pertama korban dilakukan observasi di IGD namun sekitar pukul 04.30 WIB terjadi penurunan kesadaran sehingga dirujuk ke RSUD M. Yunus dan pukul 05.00 WIB dinyatakan meninggal dunia. (TDT)
- 250103 views