Skip to main content

Mensos RI Temui Puluhan Siswa Korban Rudapaksa Guru di Bengkulu Utara

Bengkulu, Siberspace.id - Menteri Sosial Tri Rismaharini, merespon kasus rudapaksa di Bengkulu Utara. Aksi tidak bermoral ini dilakukan oleh oknum guru (KM) di sekolah dasar di Bengkulu Utara. Korban sementara berjumlah 30 anak dan masih bisa bertambah.

 

Selasa siang (9/5), Mensos Tri Rismaharini beserta rombongan tiba di Balai Desa Giri Kencana, Kecamatan Ketahun, menemui puluhan siswa yang menjadi korban rudapaksa. 

 

Kehadiran Mensos Tri Rismaharini didampingi Bupati, Ketua DPRD, setra kepala FKPD Bengkulu Utara. Sebelumnya, bekerja sama dengan pihak terkait, Kemensos melalui Sentra "Dharma Guna" di Bengkulu memberikan berbagai layanan termasuk layanan trauma healing.

"Atas arahan Bu Mensos, kami mengambil sejumlah langkah. Diantaranya memberikan memberikan pelayanan tes grafis psikologi, trauma healing, dinamika kelompok, terapi relaksasi, pemeriksaan psikologi, konseling kelompok, pemeriksaan kesehatan dan bantuan ATENSI. Kami juga bekerja sama dengan Aparat Penegak hukum (APH) untuk memastikan pelaku mendapatkan sanksi hukum setimpal," ucap Kepala Sentra Dharma Guna di Bengkulu Syam Wuryani di Bengkulu, Senin (8/5).

Secara psikologis, korban merasa sedih, malu, marah dan kecewa terhadap pelaku. Beberapa korban dan orangtua merasa cemas apabila kasus ini diketahui oleh orang banyak. 

"Dari pemeriksaan psikologis terdapat beberapa korban yang mengalami gangguan tidur, ada perubahan emosi setelah kejadian pelecehan yang dialami," jelas Syam Wuryani.

Keluarga korban memiliki kondisi sosial ekonomi yang beragam. Ada yang mampu, namun sebagian kurang mampu dan ada yang sudah masuk dalam DTKS. Rata-rata pekerjaan orang tua korban sebagai petani sawit dan buruh. 

"Saat ini keluarga masih fokus untuk pemulihan kondisi psikososial anak serta proses hukum pelaku yang sedang berlangsung," ucapnya.

Editor : Muldianto

Reporter : Edoin Pahlefi

Wilayah