Petani Kaur Kekurangan Air Terancam Gagal Tanam
Bengkulu Selatan, Siberspace.id -- Petani di Kabupaten Kaur, Resah karena hujan di Kabupaten Kaur saat kurang sekali untuk menyirami padi mereka. Senin (4/9/23)
Dampak tidak adanya air untuk membajak sawah sebagai tanda untuk memulai musim bersawah, mengakibatkan hamparan sawah atau gagal betanam benih padi.
Saat ini harusnya masuk masa musim tanam padi, tapi dikarenakan sudah lama tidak turun hujan yang cukup untuk masa tanam, maka petani sawah tidak berani melanjutkan untuk membajak sawahnya. Ada juga yang sudah bertanam padi, tapi tidak bisa tumbuh dengan baik. Padahal, sebagian petani sudah ada yang mulai nyemprot rumput di hamparan sawahnya
Seperti yang diceritakan Thahirin, petani sawah Atar Awi yang terletak di Desa Linau, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur betanam padi akhir tahun ini gagal total. Bibit padi yang sudah tumbuh 5 cm mati kekurangan air. Lahan hamparan sawah seluas lebih kurang 100 hektare ini diprediksi gagal tanam.
Imbas dari gagal panen ini, paparnya, sekarang harga beras di pasar sudah meroket. Semula harganya dari Rp 120.000 persak 10 kg, sekarang harga Rp 130.000 persak/ 10 kg.
''Jadi, kenaikannya itu ada Rp 10.000 dari harga sebelumnya,'' Ungkapnya
Reporter : Melinda Eka
Editor : Muldianto
- 250083 views