Skip to main content

Ribuan Warga Nangguak Ikan di Tebat Desa Pagardewa Kota Manna

Bengkulu Selatan, Siberspace.id - Ribuan warga nangguak (serok) ikan di Tebat desa Pagardewa kota Manna, paska dikeringi. Bahkan Sekda BS Sukarni ikut serta turun secara langsung bersama warga nangguak (serok) ikan untuk menggapai ikan menggunakan peralatan tradisional.

"Dahulu tebat Pagardewa saat dikeringi, ikan yang ditangguak (serok) oleh warga sangat banyak namun sekarang sudah mulai habis karena tebat tersebut sudah bebas warga mencari ikan, sehingga tangkapan sedikit, tapi dahulunya warga dilarang gunakan jaring, dan diperbolehkan hanya menggunakan pancing sehingga setiap dikeringi tebat tersebut warga banyak mendapatkan hasil tangkapan ikan,"ungkap Sukarni, Kamis (1/5/2023).

Diakui Sukarni, pelarangan tangkap ikan di Tebat Pagardewa ini, dahulunya diurus oleh para orang tua atau yang dituakan namun karena merekah sudah banyak yang meninggal, tejadila kebebasan menangkap ikan. Harusnya itu tidak terjadi, sehingga saat pengeringan ikan seperti dilakukan ini, warga khususnya di Pagardewa dapat menikmati ikan dari tebat Pagardewa yang merupakan peninggalan pendahulu.

"Tradisi tangguak ikan harus dilestarikan, ini menunjukan  ara positif dalam menjaga kekompakan dan mempersatu persaudaraan,"ucap Sukarni.

Untuk itu, peran warga dan Pemerintah desa sudah menjadi keharusan menjaga dan melestarikan tebat Pagardewa agar semakin lestari dan ekosistem ikan, seperti ikan gabus, betuk, sepat dan lain-lainnya tidak punah.

"Saya salut dengan warga berbondong-bondong pagi-pagi mencari ikan di Tebat Pagardewa ini, dan tapa menghiraukan hasil tangkap namun mereka gembira bersatu bersama terjun menyisir tebat menggunakan alat tangkap seadanya dengan raut waja gembira,"pungkas Sukarni.

Sementara itu, Anton warga Pagardewa mengaku ikan di Tebat Pagardewa saat dikeringi sangat sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bisa jadi ikan tersebut karena sudah bebasnya warga menangkap ikan dan yang melarang pun tidak ada.

"Tebat Pagardewa ini sebenarnya milik bersama warga dan sudah hampir 4 tahun tidak dikeringi, menariknya, setelah dilakukan pengeringan tebat tersebut antusias warga selalu membludak untuk gapai ikan. Intinya tradisi nangguak bersama masih terjaga,"ucap Anton.

 

 

 

 

 

Reporter: Melinda E.P

Editor: Muldianto

Wilayah