Skip to main content

Tanpa Rekaman dan CCTV, Baku Tembak di Rumah Irjen Ferdy Sambo Bak Misteri

Jakarta, Siberspace.id - sepanjang Selasa (12/7/2022) hingga Rabu (13/7/2022) hari ini. Sorotan rata-rata cuitan netizen menyoroti kasus Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Adapun sorotan netizen fokus pada keterangan kepolisian bahwa tidak ada rekaman CCTV saat kejadian baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E di rumah Kadib Propam Irjen Pol Ferdy Sambo di Duren Tiga Jakarta Selatan.

Kasus ini bak misteri setelah CCTV yang banyak diharapkan jadi pembuka tabir kasus polisi tembak polisi ini terurai tak ada. Mengutip "Dari penelusuran tim Wartakotalive.com, di tembok depan gerbang ada satu CCTV mengarah ke jalan komplek Polri Duren Tiga. Kemudian di dekat pohon besar, CCTV juga terpasang mengarah ke pintu masuk atau garasi bajaj dan motor ATV. Selain itu, di garasi mobil juga ada CCTV yang terpasang untuk menghindari atau memudahkan menangkap wajah pelaku kejahatan yang masuk."

Sebelumnya, Kasus penembakan di rumah Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol Ferdy Sambo di rumah dinas Duren Tiga, Kecamatan Mampang, Jakarta Selatan mencuri perhatian publik.

Dalam insiden tersebut melibatkan dua anggota Polri Bharada E dan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat. 

Beredar informasi, ada dugaan Brigadir Y melakukan pelecehan seksual kepada istri jenderal bintang dua tersebut. Sehingga polisi lulusan SMA itu harus meregang nyawa di tangan Polri dari tingkatan Tamtama yaitu Bharada E

Polisi menyebut Brigadir J atau Yosua Hutabarat ditembak berawal dari pelecehan dan penodongan senjata kepada istri Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo. Peristiwa itu disusul dengan baku tembak antara Brigadir J dengan Bharada E. Samuel kini hanya menginginkan kebenaran atas tewasnya anaknya itu, bukan hanya sebatas pernyataan. Samuel Hutabarat sadar anaknya bernama Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat yang sudah tewas ditembak, tak mungkin hidup lagi di dunia ini.

Dia sangat ingin bisa melihat rekaman CCTV baku tembak di tempat kejadian perkara. Samuel sudah siap menyaksikannya walaupun mungkin isinya mengerikan. Hal ini untuk kebenaran, apakah memang anaknya lebih dulu melakukan penembakan. 

Dia menyebut di rumah perwira tinggi seharusnya memiliki CCTV dan juga pengawasan ketat.

"Itu kan rumah perwira tinggi, tolong diperlihatkan rekaman CCTV," katanya, di rumahnya yang berada di Sungai Bahar, Provinsi Jambi, Selasa (12/7/2022).

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto menjelaskan kamera CCTV di rumah yang merupakan rumah singgah untuk isolasi Covid-19 itu sudah rusak sejak 2 minggu lalu.

"Kami juga mendapatkan bahwa di rumah tersebut CCTV-nya rusak kurang lebih dua minggu yang lalu, sejak dua minggu yang lalu.Sehingga tidak dapat kami dapatkan (rekamannya)," Jelas Budhi dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (12/7/2022).

Meski begitu, Budhi menerangkan pihaknya akan tetap mengumpulkan barang bukti lain soal kasus baku tembak tersebut. (SS01/CY)

 

 

 

 

 

 

 


 

Wilayah