Skip to main content

Bupati Bengkulu Selatan Serahkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran Bunga Mas

 

Bengkulu Selatan, Siberspace.id -- Bupati Bengkulu Selatan mengunjungi rumah korban Bencana kebakaran yang terjadi disalah satu rumah warga di Kecamatan Bunga Mas. Kamis (18/04/2024)

 

Sembari menyalurkan bantuan, Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi,SE.MM tidak lupa menyampaikan pesan terkait penyebab kebakaran. Dikatakan Bupati,  hampir 90 persen kebakaran itu dikarenakan konsleting arus listrik. Hal itu juga sama yang terjadi kepada masyarakat yang ada di Bunga Mas.

 

"Disetiap rumah yang mengalami kebakaran, kami temui pemakaian kabel - kabel yang non SNI atau tidak memakai kabel standar PLN. Warga pun mengakui dengan alasan yang sama,  terkait biaya. Tetapi dengan alasan itu, akibatnya sungguh luar biasa. Kalau bisa, kita jangan  melihat dari sudut pandang tersebut. Untuk meminimalisir akibat terjadinya kebakaran, alangkah baiknya pakai kabel yang berstandar Nasional Indonesia (SNI) itu. Biarlah agak mahal sedikit yang penting aman, "papar Gusnan saat menyerahkan bantuan di Kecamatan Bunga Mas. 

 

Karena dampak buruk akibat kelalaian kecil itu akibatnya  jauh lebih besar. Kepada seluruh masyarakat ia mengimbau agar tidak lalai dalam pemakaian alat - alat  elektronik serta perangkat listrik lainya sebelum kejadian - kejadian  yang tidak diinginkan menimpa kita.

 

"Sebaiknya, sebisa mungkin kita menggunakan isolatir sesuai standar PLN. Memang setiap musibah pasti ada hikmahnya. Dengan kejadian yang terjadi diharapkan juga hal ini bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat yang lainnya. Jangan sampai musibah ini terjadi walaupun sebenarnya musibah tidak bisa dihindari,"Imbau Gusnan 

 

Adapun yang disampaikan oleh Kasat Pol PP Erwin Mukhsin,S.Sos,  sudah banyak  kebakaran yang terjadi di Bengkulu Selatan ini. Salah satunya diakibatkan korsleting arus pendek listrik. Karena, kabel  yang ada di rumah sudah terlalu lama. Sehingga penyaluran arus listrik biasanya sudah lama, bahkan kemampuan kabel sudah tidak tahan.

 

"Apalagi zaman dahulu yang mana untuk meteren listrik yang ada di rumah - rumah masyarakat untuk tegangannya hanya 450 watt,yang mana saat ini sangat jarang sekali masih ada yang pengguna meteran 450 Watt. Bahkan hampir semua 900 What dengan penggunaan elektronik juga akan meningkatkan beban kabel dalam menyalurkan arus,"ungkap  Erwin Muchsin. (ADV)

 

Reporter : Sumaryono 

Editor : Muldianto

Wilayah