Diawasi Ketat Ombudsman, Penyaluran Pupuk Bersubsidi Dalam Kondisi Aman
Bengkulu, Siberspace.id - Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu Rosmala Dewi, S.P., M.Si., melalui Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Helmi Yuliandri, S.P., MT., mengungkapkan untuk pupuk bersubsidi urea dan NPK, posisi pada bulan April 2023 kalau dilihat dari angka penyaluran pupuk ini masih dalam kondisi aman.
“Hingga bulan April, realisasi penyaluran urea diangka 6.516 ton atau 15,63 % dan untuk NPK diangka 10.242 ton atau 24,27 %, sehingga untuk stok pupuk bersubsidi masih banyak dan aman,” ujar Helmi Yuliandri yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat sore (19/5).
Dilanjutkan Helmi, hingga April ini penyaluran pupuk bersubsidi tersebut belum menyentuh angka 50 %, jika lebih dari 50 % kita tentunya akan mempersiapkan untuk pengajuan tambahan pupuk.
“Untuk penyerapan pupuk urea dan NPK tertinggi di Kabupaten Kaur,” lanjut Helmi.
Ditambahkan Helmi, saat ini dalam penyaluran pupuk bersubsidi harus sangat hati-hati karena diawasi ketat oleh Ombudsman.
“Dalam penyaluran pupuk bersubsidi, saat ini tidak seperti dulu yang asal di beri dimana ada yang tidak berhak namun tetap mendapatkan pupuk bersubsidi. Sekarang dengan sistem by name by adress, jadi orang tersebut masuk dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan), benar data KTP, anggota kelompok tani yang disesuaikan dengan usulan E-Alokasi yang telah dibuat sebelumnya,” ujar Helmi.
Helmi mengharapkan agar petani yang tergabung dalam kelompok tani agar segera ikut bergabung agar mendapatkan pupuk bersubsidi.
“Banyak yang berpikir petani akan langsung mendapatkan pupuk bersubsidi, ternyata tidak demikian, semua itu ada mekanismenya bahwa mereka harus tergabung dalam kelompok tani, tercatat pada Simluhtan dan mengisi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK),” demikian Helmi Yuliandri.
Editor : Muldianto
Reporter : Edoin Pahlefi
- 250030 views