Skip to main content

Gubernur Rohidin Akan Serahkan Bantuan Banjir Bandang Sumatera Barat

 

Bengkulu, Siberspace.id -- Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah akan memberikan bantuan kepada korban bencana banjir bandang lahar dingin di Kabupaten Agam. Minggu (12/5/2024)

 

Keberangkatan Gubernur juga sekalian mengantarkan para Jemaah Calon Haji (JCH) kelompok terbang (kloter) 1, dari Embarkasi Antara Bengkulu ke Bandara Internasional Minangkabau, Sumatera Barat.

 

“Malam ini saya akan mengantar langsung jemaah haji kita, karena sekaligus kita akan menyerahkan bantuan, donasi untuk kejadian bencana alam di Sumatera Barat,” ujar Gubernur Rohidin Mersyah

 

Bantuan yang akan diserahkan dengan total Rp200 juta tersebut disampaikan Rohidin merupakan hasil donasi yang dibuka melalui rekening kebencanaan yang diorganisir Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yang rencananya akan diserahkan kepada warga yang membutuhkan melalui posko kebencanaan di Sumatera Barat. 

 

“Memang setiap momen kejadian bencana, itu biasa kita langsung buka donasi melalui rekening kebencanaan yang diorganisir Biro Pemkesra (Pemeritahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Pemerintah Provinsi Bengkulu), dan sudah terkumpul. Itu akan kita serahkan, saya tadi juga sudah minta data lokasi-lokasi mana yang akan diberikan bantuan. Baru nanti kita serahkan langsung,” jelas Gubernur Rohidin.

 

Penyerahan bantuan yang dilakukan langsung ke kelompok masyarakat atau posko kebencanaan yang ada, dikatakan Gubernur dilakukan agar bantuan langsung bisa diterima masyarakat yang membutuhkan. 

 

“Kalau kita menyerahkan langsung ke kelompok yang menangani diserahkan langsung, karena biasanya mereka butuh sekali. Kalau kita serahkan melalui jalur resmi kadang lama lagi, karena harus dengan mekanisme penganggaran. Sementara masyarakat butuh hari ini untuk membeli kebutuhan mereka termasuk obat-obatan,” tambah Rohidin Mersyah. 

 

Sebelumnya banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi menerjang 3 daerah di Sumbar, yakni Kabupaten Tanah Datar, Agam, dan Padang Panjang pada Sabtu (11/5). Akibat musibah tersebut tercatat 52 orang meninggal dunia, 50 telah teridentifikasi dan 2 orang belum teridentifikasi. Kemudian tim pencarian dan pertolongan masih mencari 17 korban yang masih dilaporkan hilang.

 

Reporter : Edoin

Editor : Muldianto

Wilayah