Skip to main content

Cuaca Ekstrem Hentikan Aktivitas Nelayan di Malabro

Bengkulu, Siberspace.id -- Badai yang melanda kawasan Malabro sejak lebih dari seminggu lalu memaksa nelayan setempat menghentikan aktivitas melaut. 

 

Angin kencang yang masih berlangsung menjadi faktor utama yang membuat mereka memilih untuk tetap berada di daratan, kondisi ini menyebabkan banyak perahu nelayan tertambat di dermaga, sementara mereka hanya bisa menunggu cuaca kembali normal.

 

Cuaca ekstrem yang melanda kawasan pesisir, termasuk Malabro, selama lebih dari satu minggu terakhir menyebabkan aktivitas melaut lumpuh. Ombak yang sebelumnya sangat tinggi kini mulai surut, tetapi angin kencang masih menjadi ancaman bagi keselamatan para nelayan, dengan kondisi seperti ini, banyak nelayan lebih memilih untuk tidak mengambil risiko dan tetap di rumah hingga situasi kembali kondusif.

 

Menurut seorang nelayan setempat, Herry, meskipun ombak telah mulai reda, angin yang masih kencang membuat situasi tetap berbahaya. Ia mengungkapkan bahwa selama seminggu terakhir, hampir tidak ada nelayan yang berani melaut karena khawatir dengan keselamatan mereka. 

 

"Ya kurang lebih sudah satu pekan terahir kami kesulitan melaut, memang ombak mulai rendah, tetapi angin masih kencang, jadi kami masih khawatir," terangnya. 

 

Dampak dari cuaca buruk ini juga terasa pada perekonomian para nelayan. Tanpa hasil tangkapan, mereka kesulitan mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Beberapa di antara mereka mencoba mencari pekerjaan alternatif sementara, seperti menjadi buruh atau berdagang kecil-kecilan. Namun tetap berharap cuaca segera membaik agar bisa kembali melaut.

 

Para nelayan diimbau untuk tetap waspada dan tidak memaksakan diri melaut sebelum cuaca benar-benar aman. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat memberikan bantuan bagi nelayan yang terdampak agar mereka dapat bertahan selama masa sulit ini. 

 

Reporter : Edoin

Editor : Melinda

Wilayah