Hewan Penular Rabies di Rejang Lebong Tembus 39 Ribu Vaksinnya Hanya 2.500
RejangLebong, Siberspace.id - Di Kabupaten Rejang Lebong, populasi hewan penular rabies (HPR) sudah mencapai 39.000.
Sayangnya, peningkatan jumlah HPR tak diimbangi dengan ketersediaan vaksin HPR. Diketahui, vaksin HPR hanya tersedia 2.500 saja. Terakhir, 75 kasus gigitan HPR terjadi Kabupaten Rejang Lebong. Untungnya, tak satupun dari kasus tersebut dinyatakan positif rabies karena langsung ditangani.
Padahal pada tahun sebelumnya, ada satu warga Rejang Lebong yang meninggal akibat tertular rabies.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan kabupaten Rejang Lebong Ir.Zulkarnain MT mengatakan, pihaknya mengupayakan agar seluruh HPR bisa divaksin.
Namun, hal itu terkendala dengan minimnya vaksin yang dimiliki.
''Pengadaan vaksin hanya 2.500 dan telah disuntikan. Jika dibandingkan dengan populasi HPR yang terus meningkat, tentu tak sebanding dengan jumlah vaksin,'' ungkap Zulkarnain.
Dikatakan, pada APBD-P 2023 pihaknya telah mengajukan usulan pengadaan vaksin minimal 2000 dosis. Selain itu, pihaknya juga masih menunggu bantuan vaksin dari Pemprov Bengkulu.
'' Tentu menjadi prioritas kita, karena rabies ini berbahaya bisa menyebabkan kematian bagi yang tertular sehingga harus menjadi perhatian,'' terang Zulkarnain.
Kasi Pencegahan dan Pengendali Penyakit Menular (P2PM), Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong Titin Julita S.KM mengatakan, kasus gigitan HPR yang terbanyak terjadi di wilayah Kecamatan Selupu Rejang dan Curup Tengah
''Populasi HPR di dua kecamatan tersebut mencapai 15.000 seperti anjing dan kucing.Adapun untuk pencegahan penyebaran virus rabies dalam tubuh manusia, begitu terkena gigitan atau cakaran HPR lukanya harus langsung dicuci dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit. Setelah itu langsung menuju ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan dan penyuntikan vaksin rabies,'' singkat Titin
- 250079 views