Skip to main content

Pemkab Mukomuko Maksimal Pengairan Lahan Sawah Tadah Hujan

Mukomuko, Siberspace.id -- Pemerintah Kabupaten Mukomuko akan maksimalkan pengairan lahan sawah tadah hujan seluas 260 hektare untuk mengantisipasi kekeringan akibat musim kemarau. Sabtu (16/9/23)


"Untuk program jangka panjang nanti kita programkan penambahan sumur bor di areal persawahan yang luas itu. Kini ada tiga titik sumur bor, tentu belum memadai untuk areal 260 hektare. Untuk itu kita tambah titiknya," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mukomuko Abdiyanto



Untuk program jangka menengah, pihaknya berkoordinasi dengan berbagai pihak, terkait termasuk Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII, tentang bagaimana ada embung dan pompa air menggunakan kincir air.



Ia menargetkan lahan sawah seluas 260 hektare yang selama ini tadah hujan menjadi lahan sawah yang tidak tadah hujan.


Sedangkan solusi jangka pendek untuk mengatasi kekeringan lahan sawah tadah hujan di wilayah Kecamatan Ipuh, kata dia, dengan menggunakan mesin pompa air yang berfungsi menyedot air dan mengalirkan ke lahan sawah.

"Kita telah menyalurkan mesin pompa air sebanyak lima unit kepada petani di Kecamatan Ipuh guna mengatasi kekeringan lahan persawahan seluas 260 hektare di wilayah tersebut," ujarnya.



Sebanyak lima mesin pompa air, kata dia, merupakan bantuan dari tiga perusahaan pengolahan minyak kelapa sawit, pemerintah provinsi, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.


Tiga perusahaan pengolahan minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) yang memberikan bantuan mesin pompa air yakni PT Alno, PT Daria Dharma Pratama (DDP), dan PT Gajah Sawit Sakti (GGS).

 

Reporter : Edoin
Editor : Muldianto

Wilayah