Skip to main content

Pemkab Rohil Gelar Forum Pemangku Kepentingan Utama BPJS Kesehatan Semester I Tahun 2025

 

Rokan Hilir, Siberspace.id — Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Fauzi Efrizal secara resmi membuka Forum Pemangku Kepentingan Utama Semester I Tahun 2025 bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dari Kota Dumai. Acara tersebut digelar pada Rabu (12/3/2025) di Aula Rapat Lantai 8 Kantor Bupati Rohil, Jalan Lintas Pesisir Batu Enam, Bagansiapiapi, Provinsi Riau.

 

Dalam sambutannya, Sekda Fauzi Efrizal menjelaskan bahwa forum ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan BPJS Kesehatan untuk membahas dan mengevaluasi pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Rokan Hilir.

 

"Hari ini kita mengadakan Forum Pemangku Kepentingan Utama Semester I Tahun 2025 BPJS Kesehatan. Kegiatan ini dihadiri langsung Kepala Cabang BPJS Dumai. Melalui forum ini kita mengevaluasi program BPJS Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir," ungkap Fauzi.

 

Lebih lanjut, Fauzi menyampaikan bahwa berdasarkan paparan dari BPJS Kesehatan Dumai, klaim pembiayaan pelayanan kesehatan masyarakat Rohil pada tahun 2024 lebih besar dibandingkan jumlah iuran yang diterima. Hal ini menjadi perhatian khusus, mengingat Kabupaten Rohil telah memasuki program Universal Health Coverage (UHC) di tahun 2025.

 

"Tentunya ada beberapa faktor penyebab ketidakseimbangan tersebut, dan diperlukan evaluasi terhadap keterlambatan pembayaran iuran. Kita berharap di tahun 2025 ini, antara klaim dan iuran bisa seimbang, sehingga program jaminan kesehatan masyarakat dapat berjalan dengan baik dan normal," tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kota Dumai, Bernat Sibarani, mengungkapkan bahwa cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Rohil telah mencapai 98 persen. Namun, ia menekankan bahwa perhatian tidak hanya pada tingkat cakupan, melainkan juga pada tingkat keaktifan peserta.

 

"Kami mengapresiasi capaian 98 persen ini, namun ke depan kami fokus pada peningkatan keaktifan peserta agar pelayanan kesehatan tetap optimal," ujar Bernat.

 

Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah daerah, jajaran BPJS Kesehatan, serta para pemangku kepentingan terkait.

 

 

 

Wilayah